BERTASBIHLAH

Loading...

Minggu, 13 Mei 2012

Cara Akal Mengenal Tuhan

Memang tidak mudah mengenal Tuhan dengan meyakinkan. Pengakuan Mulyadi Kartanegara dalam Panorama Filsafat Islam bahwa sampi ia menjadi Doktor, pemahamannya terhadap Tuhan masih "berevolusi" padahal kata Haidar Bagir, ia seorang filosof Islam tulen yang masih berbeda dengan Cak-Nur, Komaruddin Hidayat, dan Amin Abdullah yang punya perhatian luas selain dari filsafat Islam, tetapi Komaruddin Hidayat aset satu-satunya menurut Haidar Bagir yang punya gawe tentang filsafat Islam.

Menurut Mulyadi, melalui akal ia mengenal Tuhan melalui tiga metode yang ia dapatkan dari filosof Muslim. Pertama dalil al-huduts yang dia dapatkan dari al-Kindi, Kedua dalil al-jawaz dari Ibn Sina, dan Terakhir dalil al-'inayah dari Ibn Rusy. (Mulyadi, Panorama, hal. 32)

Alam semesta ini adalah terbatas. Untuk yang melahirkan yang terbatas itu tentu ada yang Tidak Terbatas. Apapun yang baru pastilah ia dicipta. Faktar membuat ia ada disebut murajjih. Murajjih itulah yang disebut dengan Sebab Pertama. (Mulyadi Panoram, hal. 33-34)

Menurut Ibn Sina, wujud itu ada tiga, wajib al-wujud, mumkin al-wujud, dan mumtani' al-wujud. Wajib itu maksudnya aktual, sedangkan mumkin maksudnya potensi. Alam semesta adalah mumkin wujud. Ia wujud karena wajib al-wujud. Alam ini mumkin al-wujud linafsihi. Ketika dia sudah aktual, maka ia menjadi wajib al-wujud lighairihi. Sedangkan Tuhan disebut wajib al-wujud lidzatihi. (Mulyadi, Panorama, hal. 34)

Menurut Ibn Rusyd, alam ini tercipta atas rahmat Allah. Kenyamanan dan kebahagiaan atas seluruh fasitas dunia ini menurut Ibn Rusyd bukti bahwa adanya Tuhan lewat rahmatNya.(Mulyadi, Panorama, hal. 36)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar